GAZA — Sedikitnya 13 warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara yang menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Serangan dilaporkan menyasar kawasan permukiman, kendaraan sipil, hingga ruas jalan yang masih dipadati aktivitas warga.
Di kawasan Al-Sabra, Kota Gaza, sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa melaporkan lima korban jiwa, termasuk tiga anak-anak, setelah sebuah apartemen dihantam serangan udara. Tim Pertahanan Sipil membutuhkan waktu cukup lama untuk memadamkan api sebelum dapat mengevakuasi para korban dari reruntuhan bangunan yang terbakar.
Serangan juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain. Di Kamp Jabalia, tiga warga dilaporkan meninggal dunia setelah kawasan permukiman terkena serangan. Di Al-Mawasi, Khan Younis, sebuah kendaraan sipil dihantam, menyebabkan empat orang tewas dan sejumlah korban luka dievakuasi ke rumah sakit lapangan. Sementara di Jalan Salah al-Din, Gaza Tengah, satu orang dilaporkan meninggal setelah sebuah sepeda motor menjadi sasaran serangan.
Insiden lain terjadi di Jalan Al-Jalaa, salah satu jalur utama di Kota Gaza. Sebuah mobil sipil terbakar hebat setelah dihantam serangan di kawasan yang juga menjadi lokasi tenda pengungsian, pertokoan, dan pusat distribusi bantuan kemanusiaan. Sejumlah saksi mata menggambarkan ledakan besar disusul kobaran api yang menyulitkan proses evakuasi korban. Mereka yang terluka kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit yang dikelola Palestine Red Crescent Society (PRCS) dan Kompleks Medis Al-Shifa.
Gelombang serangan terbaru terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang masih membayangi Gaza. Rumah-rumah sakit dilaporkan terus menangani lonjakan korban di tengah keterbatasan obat-obatan, bahan bakar, dan peralatan medis, sementara upaya gencatan senjata belum menghentikan kekerasan yang terus berlangsung.




