Ramallah, Tepi Barat — Tangis pelayat berubah jadi kepanikan saat gas air mata ditembakkan ke arah prosesi pemakaman dua warga Palestina di Desa Al-Mughayir, Rabu (23/4/2026).
Dilaporkan Reuters, pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan warga yang mengiringi jenazah. Situasi yang semula khidmat mendadak ricuh, memaksa pelayat berlarian menyelamatkan diri.
Dua korban yang dimakamkan adalah seorang remaja berusia 14 tahun dan seorang pria berusia 32 tahun. Keduanya tewas sehari sebelumnya dalam insiden yang melibatkan pemukim Israel di desa yang sama, menurut saksi dan sumber medis Palestina.
Rekaman di lapangan memperlihatkan warga berhamburan saat gas air mata menyelimuti area pemakaman. Upaya pembubaran oleh aparat memicu ketegangan di tengah suasana duka yang belum reda.
Militer Israel menyatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas situasi yang dinilai mengganggu keamanan. Sementara pihak Palestina menilai langkah itu memperburuk kondisi yang sudah memanas.
Insiden ini menambah deretan ketegangan yang terus meningkat di wilayah Tepi Barat dalam beberapa waktu terakhir.




