GAZA – Serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa. Sebuah mobil patroli polisi di Kota Gaza menjadi sasaran pada Selasa (14/4/2026), menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk anak-anak.
Sumber medis yang dikutip Anadolu Agency menyebutkan, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara dan Rumah Sakit Baptis Al-Ahli di wilayah tengah. Selain korban tewas, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka, meski belum ada rincian pasti terkait jumlah dan tingkat keparahannya.
Saksi mata mengungkapkan bahwa serangan dilakukan menggunakan drone yang menembakkan rudal ke kendaraan polisi yang melintas di Jalan Al-Nafaq, Gaza timur. Ledakan hebat menyebabkan mobil terbakar dan menewaskan penumpang di dalamnya, serta melukai warga sipil di sekitar lokasi.
Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Namun, berbagai laporan menunjukkan serangan udara dan artileri masih terus terjadi di sejumlah wilayah, memicu kekhawatiran akan memburuknya situasi kemanusiaan.
Data otoritas kesehatan Gaza mencatat ratusan korban jiwa sejak gencatan senjata diberlakukan. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza telah rusak atau hancur sejak konflik dimulai pada Oktober 2023.
Sumber: Reuters




