DEIR AL-BALAH — Ryan Baha’u Din Abu al-Ajin baru berusia tiga tahun. Sore itu, ia pulang bersama ayahnya setelah mengunjungi kerabat di kawasan Wadi al-Salqa, timur Deir al-Balah. Namun perjalanan yang seharusnya berakhir di rumah berubah menjadi tragedi yang menyelimuti keluarganya dengan duka mendalam.
Menurut keterangan keluarga, Ryan berada dalam pelukan sang ayah saat tembakan menghantam mereka di tengah perjalanan. Peluru mengenai kepala Ryan, sementara ayahnya, Baha’u Din Abu al-Ajin, mengalami luka serius di bagian kaki. Seorang kerabat yang turut berjalan bersama mereka juga dilaporkan ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Setelah kejadian, sang ayah yang terluka disebut ditahan selama beberapa jam bersama jasad putranya tanpa memperoleh bantuan medis. Menjelang dini hari, warga menemukan Baha’u Din dan jenazah Ryan di kawasan Jalan Salahuddin sebelum keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah.
Tim medis menyatakan Ryan meninggal akibat luka berat di kepala, sedangkan ayahnya harus menjalani perawatan intensif karena cedera yang dialaminya. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar, serta kembali menyoroti dampak konflik terhadap warga sipil, khususnya anak-anak di Jalur Gaza.
Kisah Ryan yang meninggal dalam pelukan ayahnya menjadi salah satu tragedi yang paling menyentuh dalam beberapa hari terakhir. Bocah yang baru berusia tiga tahun itu seharusnya masih menikmati masa kecilnya, namun perjalanan pulang bersama sang ayah justru menjadi perjalanan terakhir dalam hidupnya.




