GAZA TENGAH — Kamp Pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza bagian tengah mengalami kerusakan luas setelah serangan udara menghantam kawasan tersebut. Sejumlah bangunan dilaporkan hancur, sementara warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan dari reruntuhan rumah mereka.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan bangunan yang roboh, tumpukan puing, dan jalanan yang dipenuhi pecahan beton. Warga setempat menyebut sejumlah rumah dan bangunan di kawasan padat penduduk itu mengalami kerusakan berat akibat serangan.
Di tengah upaya membersihkan reruntuhan, warga juga menghadapi krisis air bersih yang semakin memburuk. Kerusakan infrastruktur serta terbatasnya pasokan membuat banyak keluarga bergantung pada distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah warga terlihat mengantre di sekitar truk distribusi air dengan membawa jeriken dan wadah plastik. Kondisi tersebut terjadi saat suhu udara di Gaza dalam beberapa hari terakhir mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.
Warga mengatakan keterbatasan akses terhadap air bersih telah memengaruhi berbagai kebutuhan dasar, termasuk memasak, minum, dan menjaga kebersihan keluarga. Situasi ini menambah beban ribuan pengungsi yang masih bertahan di tengah konflik yang berlangsung.
Kamp Al-Maghazi merupakan salah satu kawasan pengungsian yang menampung banyak keluarga terdampak perang. Selain kerusakan fisik akibat serangan, warga di wilayah tersebut kini menghadapi tantangan kemanusiaan yang semakin berat, termasuk terbatasnya akses terhadap layanan dasar dan kebutuhan pokok.
Sumber: AFP TV




