Seorang jurnalis kembali menjadi korban dalam serangan di Jalur Gaza. Muhammad Wishah, reporter Al Jazeera Mubasher, dilaporkan wafat pada Rabu (9 April 2026) setelah kendaraan yang ia tumpangi dihantam serangan drone di wilayah barat Kota Gaza.
Kejadian berlangsung di sekitar Jalan Al-Rashid, dekat simpang Al-Nabulsi. Menurut keterangan dari pertahanan sipil setempat, serangan dilakukan secara langsung oleh drone yang menembakkan rudal ke arah mobil korban hingga terbakar. Wishah dan satu orang lainnya meninggal dunia di lokasi.
Tim pemadam dan relawan segera tiba di tempat kejadian untuk mengendalikan api serta mengevakuasi korban. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di tengah kondisi yang disebut cukup menantang di lapangan.
Sejumlah pihak menilai insiden ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Jurnalis Shadi Shamia mengungkapkan bahwa sebelumnya Wishah kerap menjadi sasaran tudingan dari pihak militer Israel sejak konflik terbaru memanas. Ia melihat adanya pola yang berpotensi mengancam keselamatan jurnalis di wilayah tersebut.
Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, juga menyampaikan bahwa Wishah pernah mengalami upaya serangan sebelumnya saat menjalankan tugasnya. Ia menekankan bahwa peran Wishah bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menggambarkan realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Organisasi Palestinian Journalists Syndicate turut mengecam keras kejadian ini. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan menyerukan penyelidikan internasional yang transparan, serta perlindungan bagi jurnalis yang masih bertugas di Gaza.
Muhammad Wishah berasal dari Kamp Al-Bureij di Gaza tengah dan telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik. Selama lebih dari dua dekade, ia meliput berbagai konflik di Gaza, termasuk pada tahun 2012, 2014, hingga situasi terbaru. Dalam laporannya, ia dikenal konsisten mengangkat kondisi warga sipil dan dampak serangan di lapangan.
Sumber: Aljazeera.com




