Gaza City, Palestina – Suasana duka kembali menyelimuti Jalur Gaza setelah serangkaian serangan terbaru menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Di Kompleks Medis Al-Shifa, Kota Gaza, keluarga korban dan tim medis terlihat mengevakuasi korban tewas dan luka, sementara tangis pecah di antara kerumunan warga.
Berdasarkan laporan visual dan dokumentasi lapangan, sejumlah korban tiba di RS Al-Shifa setelah serangan militer Israel yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Jenazah korban dibungkus kain kafan putih, sementara keluarga dan tenaga medis berupaya mengidentifikasi serta memberikan penanganan darurat bagi korban luka.
Laporan lain menyebutkan bahwa pada salah satu serangan, sedikitnya empat warga sipil tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan drone di wilayah timur Gaza. Korban kemudian dibawa ke RS Al-Shifa untuk mendapatkan penanganan dan proses pemulasaraan jenazah.
Pada 9 April 2026, suasana serupa juga terekam ketika warga Palestina berkumpul di RS Al-Shifa untuk mengiringi jenazah korban yang tewas akibat serangan yang disebut melanggar gencatan senjata. Tangisan keluarga dan suasana berkabung memenuhi area rumah sakit tersebut.
RS Al-Shifa sendiri merupakan rumah sakit terbesar di Gaza yang telah lama menjadi pusat penanganan korban konflik. Namun, fasilitas ini mengalami kerusakan parah akibat serangan sebelumnya, sehingga kapasitas layanan kesehatan sangat terbatas di tengah meningkatnya jumlah korban.
Di tengah kondisi tersebut, tenaga medis dan warga sipil tetap berupaya bertahan. Proses evakuasi korban, penanganan luka, hingga pemakaman berlangsung dalam keterbatasan, menggambarkan krisis kemanusiaan yang terus berulang di wilayah tersebut.
Peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran atas keselamatan warga sipil dan fasilitas kesehatan di Gaza, terutama di tengah situasi yang seharusnya berada dalam fase gencatan senjata.
Sumber: Anadolu Agency via Reuters




