Lebanon Selatan – Pasukan Israel dilaporkan melakukan serangkaian tindakan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah Lebanon selatan pada Sabtu, 12 April 2026. Insiden ini mencakup penabrakan kendaraan, pemblokiran akses jalan, hingga pelepasan tembakan peringatan ke arah pasukan.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL mengungkapkan bahwa sebuah tank Merkava milik Israel menabrak kendaraan mereka sebanyak dua kali di wilayah Bayada. Salah satu insiden menyebabkan kerusakan signifikan pada kendaraan tersebut.
Tidak hanya itu, pasukan Israel juga dilaporkan memblokir jalan utama di Bayada yang menjadi jalur penting bagi mobilitas pasukan UNIFIL. Tindakan ini dinilai menghambat kebebasan bergerak pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan mandatnya di kawasan tersebut.
Dalam beberapa hari sebelumnya, situasi juga memanas dengan adanya tembakan peringatan yang dilepaskan ke arah pasukan UNIFIL. UNIFIL menyebutkan bahwa salah satu tembakan jatuh sangat dekat, hanya berjarak sekitar satu meter dari personel mereka. Selain itu, beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Laporan lain juga menyebutkan adanya tindakan vandalisme berupa penyemprotan cat pada jendela gerbang akses markas UNIFIL, yang mengganggu visibilitas pasukan saat berada di dalam area markas.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak militer Israel terkait alasan di balik tindakan tersebut. Sementara itu, UNIFIL menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati keselamatan pasukan penjaga perdamaian serta menjamin kebebasan bergerak mereka sesuai dengan mandat yang diberikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Insiden ini menambah daftar ketegangan yang terus meningkat di wilayah Lebanon selatan, sekaligus memicu kekhawatiran internasional terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian di kawasan konflik.
Sumber: Pernyataan resmi UNIFIL (12 April 2026)




